Anda Mencari Alat Peraga Pendidikan TK Segera Hubungi : 021 95089675 / 0852 183 95370 Kami Menjual berbagai macam alat-alat peraga pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMK, SMA, dan SLB. Alat peraga yang kami jual seperti : alat peraga untuk praktek SAINS, MTK, MATEMATIKA, IPA, IPS, LAB, BIOLOGI, dan lainnya.

Alat Peraga Pendidikan TK Harga yang jual sangat murah dan terjangkau, dengan kualitas barang yang bagus dan ok. Kami melayani pengiriman ke seluruh wilayah INDONESIA. Bagi Anda yang ingin memesan segera hubungi kami, Kami siap membantu Anda. Alat Peraga Pendidikan TK Alat Peraga Pendidikan TK

saco-indonesia.com, Istri mediang Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid, Hj Sinta Nuriyah Wahid telah menegaskan, jika ada salah satu partai yang akan menggunakan gambar almarhum suaminya itu, sama saja dengan mencuri. Sebab, itu pernah diwasiatkan oleh Gus Dur sendiri, sebelum wafat. Siapa saja atau lembaga apapun untuk dapat disomasi jika menggunakan gambarnya.

Hal ini telah disampaikan oleh Sinta Nuriyah saat menjadi pembicara di acara Partai NasDem di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (26/12). Menurut Sinta Nuriyah, dia dan almarhum suaminya itu tidak membatasi harus ada di mana.

"Saya juga mengatakan ada di mana-mana. Gus Dur juga ada di mana-mana. Saya ada di Hanura, ada di Gerindra, dan ada di partai manapun. Sekarang saya ada di Partai NasDem, kecuali di satu itu (PKB)," tegas Sinta.

Lalu kenapa gambar Gus Dur digunakan sebagai sarana untuk kampanye di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)? Pada baliho calon legislatif (caleg) dari PKB, terdapat gambar Gus Dur dan tulisan: Penerus Perjuangan Gus Dur.

"Saya telah menegaskan, sebelum wafat, Gus Dur berwasiat. Dalam surat wasiat yang telah ditulis melalui pengacara dan ditandatangani oleh Gus Dur itu, beliau berpesan: Barang siapa yang menggunakan gambar dan kata-kata beliau, maka mereka berhak disomasi. Itu harus disomasi," kata Sinta Nuriyah saat menceritakan isi surat wasiat Gus Dur yang telah dibuat pada tahun 2008 lalu , pasca dibuang oleh PKB.

Sementara dalam menghadapi Pemilu 2014 mendatang, PKB yang telah menyingkirkan Gus Dur justru mengklaim, sebagai partai penerus perjuangan Gus Dur.

Bahkan, Sinta Nuriyah telah menyatakan, penggunaan gambar itu sama saja dengan mencuri. Penggunaan gambar Gus Dur yang telah dilakukan oleh PKB itu tanpa izin dan sepengetahuan keluarga Gus Dur.

"Itu namanya nyolong (mencuri), dan harus segera di turunkan," tegas Sinta Nuriyah tanpa menyebut partai yang menggunakan simbol-simbol milik Gus Dur.

Cucu pendiri Nahdlatul Ulama itu, saat ini juga sudah menjadi milik bangsa Indonesia. Sebagai guru bangsa. Namun, kata Sinta Nuriyah, untuk wilayah politik, Gus Dur punya 'rumah' sendiri.

"Gus Dur memang sudah menjadi milik bangsa. Namun, untuk masalah politik, Gus Dur juga punya rumah sendiri. Jadi kalau ada yang menggunakan gambar dan kalimat Gus Dur untuk kepentingan politik, inilah yang harus disomasi," tandas dia.


Editor : Dian Sukmawati

SOMASI UNTUK PARTAI YANG MENGGUNAKAN GAMBAR GUS DUR

Since a white police officer, Darren Wilson fatally shot unarmed black teenager, Michael Brown, in a confrontation last August in Ferguson, Mo., there have been many other cases in which the police have shot and killed suspects, some of them unarmed. Mr. Brown's death set off protests throughout the country, pushing law enforcement into the spotlight and sparking a public debate on police tactics. Here is a selection of police shootings that have been reported by news organizations since Mr. Brown's death. In some cases, investigations are continuing.

Photo
 
 
The apartment complex northeast of Atlanta where Anthony Hill, 27, was fatally shot by a DeKalb County police officer. Credit Ben Gray/Atlanta Journal Constitution

Chamblee, Ga.
Fatal Police Shootings: Accounts Since Ferguson

Artikel lainnya »